Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Thursday, 10 September 2015

Pengertian Aurora

Aurora


Aurora Borealis di atas Danau Bear,Alaska
Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).
Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kitubUtara dan kutubSelatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan namaAurora Borealis (IPA /ɔˈɹɔɹə bɔɹiˈælɪs/), yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis.




Wednesday, 9 September 2015

Mengapa Langit Berwarna Biru?

Mengapa Langit Berwarna Biru?

langit-cerah
Salah satu pemandangan paling sering terlihat adalah langit yang berwarna biru, namun apa yang tidak diketahui secara luas adalah apa yang membuatnya biru. Begini penjelasannya : Matahari memancarkan cahaya yang bergerak melalui ruang menuju Bumi. Karena ruang angkasa itu vakum (yaitu, tidak memiliki atmosfer), cahaya sebagian besar tetap tidak terganggu sampai mendekati Bumi, yang atmosfernya terdiri dari campuran beberapa molekul gas (terutama oksigen dan nitrogen) dan bahan lainnya. Semakin dekat Anda bisa mencapai ke bumi, semakin tebal atmosfer yang harus dilalui.
Cahaya matahari tampak berwarna putih akan tetapi sebenarnya merupakan kombinasi warna-warna, dan berbagai warna yang bisa dilihat oleh mata manusia mulai dari warna merah hingga ke violet, yaitu oranye, kuning, hijau, biru dan nila, yang dapat ditunjukkan ketika cahaya melewati sebuah prisma, warna yang berbeda memiliki panjang gelombang  dan energi yang berbeda, dengan ungu memiliki panjang gelombang terpendek dan energi tertinggi serta merah memiliki panjang gelombang terpanjang dan energi terendah.
Sebagaimana cahaya menyentuh atmosfer bumi, warna yang berbeda bereaksi dengan cara yang berbeda. Beberapa dari mereka bisa diserap oleh molekul gas sementara yang lainnya tidak. Sebagian besar warna yang memiliki panjang gelombang lebih panjang dari lainnya (seperti merah dan oranye) langsung melewati atmosfer dan tidak akan terpengaruh, sementara banyak warna yang memiliki panjang gelombang lebih pendek (seperti ungu dan biru) bisa diserap oleh molekul gas, karena panjang gelombang (yaitu,jarak antara puncak gelombang masing-masing) warna tersebut  mirip dengan ukuran diameter sebuah atom oksigen.
Molekul-molekul gas kemudian memancarkan warna-warna ini dan menyebarkan mereka di langit, menyebabkan langit tampak biru.

Tuesday, 8 September 2015

Efek rumah kaca


Pengertian rumah kaca
Pengertian Efek Rumah Kaca adalah terjadinya suatu proses pemanasan pada permukaan dari suatu benda yang berada di langit yang terjadi dan disebabkan oleh adanya komposisi serta keadaan lingkar atmosfernya tersebut, contohnya adalah planet-planet, satelit buatan indonesia yang berterbangan diangkasa dan sebagainya yang menghimpun di angkasa raya. bisa kita rasakan saat ini betapa bumi sudah menjadi terasa amat panas sekali dan juga mengakibatkan terjadinya tenaga eksogen dan endogen di bumi.
Penyebab Efek Rumah Kaca
di karenakan naiknya konsentrasi pada gas karbon dioksida, kode kimia (CO2) serta gas jenis lainnya yang ada di atmosfer. terjadinya Kenaikan pada konsentrasi gas berupa CO2 ini tidak lain dikarenakan oleh adanya kenaikan yang terjadi pada pembakaran bahan bakar berbagai jenis minyak dibumi, batu bara maupun bahan bakar organik lain yang sudah melampaui batas kemampuan suatu tumbuhan dan air laut untuk dapat menyerapnya.
Prosentase energi yang dapat masuk kedalam bumi ?
25 persen di pantulkan dari awan atau partikel lain yang ada di atmosfer
25 persen di serap oleh awan
45 persen di serap oleh permukaan di bumi
5 persen di pantulkan lagi kembali oleh permukaan di bumi
Energi yang telah diserap lalu di pantulkan kembali kedalam bentuk bernama radiasi inframerah terhadap awan serta permukaan bumi. tapi sebagian besar radiasi inframerah yang dipancarkan bumi tersebut tertahan dengan awan serta gas-gas CO2 dan gas lainnya, untuk dapat di kembalikan lagi ke permukaan dibumi. nah Dalam hal keadaan normal ini sangat diperlukan, dengan adanya effect rumah kaca tersebut perbedaan suhu yang terjadi antara siang maupun pada malam di bumi ini tidak akan terlalu signifikan terjadi dengan kata lain tidak begitu ekstrim.
Selain gas-gas CO2, yang bisa menimbulkan epek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta terdapat beberapa lagi senyawa organik yang seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas lain ini juga ikut memegang peranan yang sangat penting dalam hal meningkatkan produktifitas efek sebuah rumah kaca.
Akibat Efek Rumah Kaca
menurut wikipedia : Meningkatnya suhu yang terjadi di permukaan bumi akan dapat mengakibatkan terjadi adanya perubahan cuaca (iklim) yang sangat dahsyat di permukaan bumi. Hal tersebut dapat saja mengakibatkan terganggunya kehidupan hutan beserta ekosistem lain akan terganggu, sehingga hal tersebut dapat mengurangi komposisi kemampuannya untuk dapat membantu menyerap karbon dioksida yang ada di atmosfer bumi. Pemanasan global inilah yang akan mengakibatkan pencairan terhadap gunung – gunung es yang terdapat di daerah kutub utara dll, yang dapat pula memicu naiknya permukaan air laut. efek rumah kaca tersebut akan pula menjadi meningkatnya suhu pada air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek dari rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.